Pelaksanaan pelantikan Calon Penegak Bantara diawali dengan persiapan teknis yang mencakup penentuan waktu, tempat sakral, dan perlengkapan utama seperti bendera dan Tanda Kecakapan Umum (TKU) Bantara. Rangkaian inti dimulai dengan pemanggilan calon ke hadapan Pembina Ambalan, dilanjutkan dengan uji janji dan penyampaian pesan kehormatan mengenai tanggung jawab Penegak. Momen paling krusial adalah pengucapan Tri Satya di bawah naungan Bendera Merah Putih, dilakukan dengan khidmat sebagai bentuk peneguhan komitmen. Setelah janji diucapkan, Pembina Ambalan secara resmi menyematkan TKU Bantara dan mengikrarkan pengabsahan, menandai transisi sah Calon Penegak menjadi Penegak Bantara yang bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan Dasa Darma dan memimpin Ambalan.
Oleh admin Praskasaga pada 2025-12-06 11:48:55